Translate

Nyontek : Bibit Dari Korupsi




Pemberantasan korupsi harus dimulai dari hal yang kecil dan terjadi disekitar lingkungan kita. Seperti pelajar atau mahasiswa berusaha untuk tidak mencontek, atau bersikap jujur terhadap siapapun.



“Mahasiswa jangan hanya meneriakan anti korupsi, berantas korupsi pada saat demo. Kalau pada saat di kampus, ketika ujian malah mencontek,” kata Koordinator Kampanye Publik dan Penggalangan Dana ICW, Ilya Beta Antasari, saat menjadi pembicara dalam seminar anti korupsi dengan tema “Pelajar Jujur, Pelajar Idaman,” di Aula Redaksi Pikiran Rakyat, Jln. Soekarno Hatta, Bandung, Sabtu (10/12).



Acara tersebut diselenggarakan oleh pimpilan wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jabar. Acara tersebut dibuka oleh Tjutju Sachrum sebagai wakil ketua Muhammadiyah Jabar. dan dihadiri oleh pengurus IPM Jabar, BEM Se Bandung Raya, Osis, OKP Jabar dan lainnya.

Dijelaskan, Ilya, nyontek itu adalah merupakan bibit korupsi dan merupakan sikap yang nantinya melekat hingga menjadi darah daging hingga terbawa dewasa. “Kalau memang mau melawan korupsi harus dari sekarang, sikap-sikap yang menjadi bibit korupsi harus dijauhin,” katanya.

Dari itulah, Ilya, mengajak kepada anak muda harus berani melawan korupsi, karena saat ini di Indonesia praktek korupsi sudah menjalar kesemua lini. Karena kalau diam sama saja memberikan pembiaran. “Indonesia negara kaya, tapi dengan korupsi rakyat tidak sejahtera. Dari itulah generasi muda harus ikut berperan dalam memberantas korupsi,” katanya.

Ketua IPM Pusat, S. Nur Ahmad Efendi mengatakan harus melakukan gerakan anti korupsi dikalangan anak muda. Namun sebelumnya kita juga harus benahi bersama gerakan pelajar tersebut. “Disekolah siswa jadi objek. Contoh kalau siswa terlambat dihukum tapi kalau guru terlambat dibiarkan. Jadi disekolah juga tidak menerapkan asas keadilan,” katanya.

Efendi juga menyoroti mengenai, agama yang kini tidak lagi menjadi benteng pencegah perbuatan yang tidak baik karena ternyata di sekolah-sekolah lebih mementingkan ritualnya saja dari pada implementasi ajaran agama itu sendiri. Sehingga kenyataannya menjadi bertolak belakang antara ajaran agama dan kehidupan sehari-hari.